G mendapatkan jawaban dari post-an g sebelumnya!!
Post-an g sebelumnya banyak banget yang g pertanyakan. Banyak banget yang g keluhkan. Banyak banget yang g persalahkan.
Tapi hari Rabu 11 April 2012, g mendapatkan beberapa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan g dari seseorang.
G dipertemukan dengan seorang bapak bernama Pak Paulus. Beliau ini pewarta dan pengajar meditasi di gereja St. Theresia. Pertama kali g dipertemukan sama Beliau ini pas di gereja g ngadain acara dimana ada patung Bunda Maria yang dianggap "hidup" banget.
Saat itu g melihat Beliau sebagai seorang pendoa yang amat sangat jago. Pas ada yang doa dengan pegang tangan dari patung Bunda Maria itu, orang itu doa lama banget, hampir setengah jam dengan tangan bergetar. Padahal antrian panjang banget. Orang itu kayak udah ga sadar tapi masih dengan berdiri memegang tangan patung Bunda Maria. Pak Paulus ini datang menghampiri ibu itu dan menempelkan rosario di belakang kepala ibu itu. Ibu itu langsung jatuh dan untungnya emang udah ada beberapa orang yang siap menangkap. Ibu itu jatuh terus pingsan dan bisa tiba-tiba teriak histeris sambil nangis-nangis. Pak Paulus ini mendoakan ibu itu.
Pak Paulus juga menempelkan rosario di belakang kepala orang yang emang tangan bahkan badannya bergetar saat doa di patung Bunda Maria itu. Setiap dia nempelin, orangnya pasti jatuh. Awalnya g bilang ke nyokap g "Ma. Kok iseng banget sih si bapak itu. Bikin orang jatuh mulu". Terus nyokap g bilang dia itu pendoa. Nah itu pertemuan pertama g dengan Pak Paulus.
Pertemuan kedua dengan Pak Paulus itu saat g sakit dan dirawat di RSCM Kencana. G juga ga tau gimana ceritanya, pokoknya bonyok g bisa minta Pak Paulus itu datang untuk melihat kondisi g. Seperti yang udah g critakan, hari pertama dan kedua g dirawat di RS, g ga sadar. Nah g juga ga sadar dengan kedatangan Pak Paulus itu. Kata nyokap g sih Pak Paulus datang dan mendoakan g dengan juga nempelin rosario. Tapi g sama sekali ga inget !!
Pertemuan berikutnya, Pak Paulus datang lagi di hari Minggu saat g mau keluar RS. Beliau datang dengan membawa kalung salib Benedictus. Beliau juga memberikan g rosario. Bagus dhe rosarionya *ga penting* Nah. pas itu g baru inget muka dia. Orangnya sangat friendly banget. Btw dia mantan dosen psikologi AtmaJaya lhoo. Sayang udah ga ngajar. Padahal semua ucapan dia thu amat menarik.
Aduh jadi kelamaan ceritain Pak Paulusnya. Pokoknya di pertemuan-pertemuan berikutnya g mendapatkan banyak pencerahan dari Beliau.
Beliau menjelaskan kalau manusia itu terdiri dari jiwa, tubuh, dan roh. Jiwa itu berkaitan dengan psikologis. Tubuh berkaitan dengan fisik, dan roh berkaitan dengan iman. Beliau menjelaskan kalau iman itu sebuah anugerah. Besarnya iman itu sebagaimana kita mau membuka hati untuk menerimanya. Mungkin selama ini g belum terlalu membuka hati ke Tuhan. Jadi iman g yang merupakan roh mudah banget diterpa. Saat g sakit, g udah langsung frustasi dan menyalahkan Tuhan. Sedih sih pas nyadarnya sekarang :(
Beliau juga menasihati g, mungkin kalau g mempertanyakan kenapa yang sakit harus g, itu hal wajar. Tapi g ga bisa ngliat dari sisi g doang. Banyak juga orang yang sakit, bahkan lebih parah dari g. Sekalipun mereka sehat, mereka pasti punya masalahnya sendiri. G cukup tertampar sih.
Next, pertanyaan g mengenai apa salah g sama Tuhan sampai g dikasih sakit begini. Beliau menjelaskan kalau cobaan itu datangnya bukan dari Tuhan, tapi dari setan. Beliau menceritakan kisah Ayub yang ada di Alkitab. Setan mau mencobai anak Allah supaya membuktikan seberapa kuat anak Allah itu untuk tetap mengikuti Tuhan. Ya, g mungkin amat berdosa mempertanyakan itu. Dan g inget, pas g sakit, g pernah bilang Tuhan itu jahat karena ga mau menyembuhkan g. Tapi sekarang g tau, Tuhan pasti mau menyembuhkan g, mungkin dia mau melihat dulu seberapa kuatnya g.
Selanjutnya, g juga tertampar dari film "Buku Harian Nayla". Beberapa hari yang lalu g nonton lagi film itu. Di 2 episode terakhir itu amat sangat sedih. Bahkan g sampe nangis nontonnya.
Ada kalimat yang sangat membuat g terharu:
"Tuhan, seberapa kalipun aku jatuh, aku yakin aku tidak akan tergeletak. Karena Engkau selalu besertaku"
Film itu sangat menampar g. Yang ceritanya Nayla sakit amat parah gitu dan divonis akan mati pun bisa kuat dan ga menyalahkan Tuhan. Tapi g yang sakit begini selalu menyalahkan Tuhan. Dia yang sakit sampe harus pindah sekolah aja bisa nerima. Tapi g yang ga ikut kuliah beberapa hari aja sulit banget nerimanya. G bener-bener tertampar sih sama ini film. Ibaratnya Nayla itu di paling atas, dan g di paling bawah T__T
Film "Buku Harian Nayla" menurut g film Indo paling bagus yang pernah g tonton :) Apalagi g nontonnya saat ini. Itu bener-bener membuat g sadar, kalau g terlalu lemah selama ini.
G punya cerita berikutnya mengenai Retret Penyembuhan yang g ikutin dari tanggal 13-15 April. Nanti g akan memberi judul post-an g itu "Mukjizat itu Nyata". Wait and read yaa :*
*usap2 Grace yg tertampar2*
ReplyDeletehahhahahhaha, bny bgt kata tampar di post ini, penuh kekerasan ya post ini. ckckck XD